Sabtu, 31 Agustus 2019

Ilmu Kimia dan Atom


1.  Ilmu Kimia 

Kimia.. rasanya tidak asing lagi ketika kita mendengarnya. Kalau ilmu kimia? Jadi, Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi meliputi struktur materi, sifat materi, perubahan materi, dan energi yang meyertai perubahan materi. Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan volume semua benda (besar atau kecil) terbentuk dari materi. 
Sedangkan Zat adalah suatu materi yang mempunyai sifat-sifat pada seluruh maupun sebagian kecil dari materi tersebut. Sifat adalah tabiat yang menjadi ciri-ciri suatu zat tertentu. Sifat menurut macamnya adalah sifat fisika dan sifat kimia, sedangkan sifat menurut jenisnya adalah sifat intensif dan sifat ekstensif.
Hasil gambar untuk zat padat, cair dan gas

Mengelompokan sifat-sifat materi :
 Materi (zat) aadlah segala sesuatu yang memiliki massa menempati ruang. contohnya batu, kayu, daun, padi, nasi, air dan udara.
Sifat ekstensif : sifat materi yang bergantung pada jumlah dan ukuran zat. Misalnya volume, massa dan berat.
。Sifat intensif : sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah ukuran zat. Misalnya warna, bau, membeku, mencair. melarut, menguap dan menyublim.
。Sifat fisika : sifat materi yang diamati tanpa materi mengalami perubahan kekal, seperti warna, bau, rasa, titik didih dan titik leleh.
。Sifat kimia : sifat materi yang dapat diamati disaat materi tersebut mengalami perubahan yang kekal, seperti perubahan warna, kereaktifan, kestabilan, dll.

2. Model Atom dan Perkembangannya

Demokritus mengatakan bahwa sebuah benda jika dibelah terus-menerus akan mencapai suatu titik, namun titik itu tidak dapat dilihat yang disebut atom. Atom berasal dari kata A yang berarti tidak dan TOMos yang berarti dipotong-potong. Lalu perkembangan teori atom dikembangkan oleh John Dalton (1808), J.J Thomson (1897), Rutherford (1911), dan Bohr (1913).

A. John Dalton (Bola Pejal)
Kesimpulan Teori Atom John Dalton:.perkembangan teori atom menurut John Dalton

  1. Atom merupakan partikel terkecil dari suatu materi  sehinggga tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil
  2. Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan 
  3. Atom digambarkan seperti bola pejal sederhana dengan ukuran sangat kecil 
  4. Penyusun unsur adalah atom-atom yang sama 
  5. Penyusun senyawa adalah atom-atom yang berbeda sesuai unsur penyusunnya 

Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
-Kelebihan teori atom dalton:
Mampu membangkitkan minat terhadap penelitian tentang model atom berikutnya.
-Kekuranga teori atom dalton:
Tidak bisa menjelaskan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.

B. J.J Thomson (Roti kismis)
Model Atom Thomson
Kesimpulan Teori Atom J.J Thomson

Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron. Seperti halnya teori atom yang dikemukakan oleh Dalton, teori atom Thomson juga memiliki kekurangan dan kelebihan.
-Kelebihannya : Menjadi awal penemuan bahwa atom bukan partikel terkecil sehingga memberi jalan untuk teori-teori selanjutnya.
-Kekurangannya : Thomson tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

C. Rutherford
Teori Atom Retherford
Kesimpulan Teori Atom Rutherford:
  1. Atom bukan merupakan bola pejal.
  2. Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif.
  3. Inti Atom dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.
  4. Di dalam inti atom juga terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
-Kelebihan:Mampu mengemukankan ide mengenai inti atom untuk pertama kalinya.
-Kelemahan:Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Elektron yang mengelilingi inti atom mengeluarkan energi sehingga ada pasti saat elektron dapat jatuh ke inti atom.
D. Niels Bohr
Model Atom Bohr
Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positi dan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu. Litasan-lintasan tersebut disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah terdapat pada kulit elektron yang terletak paling dalam. Sedangkan tingkat energi paling besar terletak pada kulit elektron paling luar. Semakin jauh dari inti atom (semakin besar nomor kulitnya) maka tingkat energinya akan semakin tinggi.
-Kelebihan:Dapat menjelaskan kekurangan dari teori atom Rutherford. Dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom.
-Kelemahan:Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.

Teori Atom Modern

Teori Atom modern dikenal juga dengan teori atom mekanika kuantum. Teori mekanika kuantum juga dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Tokoh pertama dari teori atom modern adalah seorang ahli dari Jerman bernama Werner Heisenberg.
Teori Mekanika Kuantum
Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.
Erwin Schrodinger melengkapi teori mekanika kuantum melalui suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang. Fungsi gelombang tersebut digunakan untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. Schrodinger juga merumuskan bentuk dan tingkat energi orbital. Orbital merupakan daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron.
Orbital juga menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital.
Teori atom modern dalam gambar dapat terlihar seperti berikut:
Model Atom Mekanika Kuantum

Kesimpulan Model Atom Mekanika Gelombang:
Elektron-elektron yang mengelilingi inti atom memiliki tingkat energi tertentu tetapi keberadaannya tidak dapat dipastikan. Posisi elektron dapat ditemukan melalui fungsi gelombang tertentu dalam kulit atom yang disebut sebagai daerah kebolehjadian paling besar untuk menemukan elektron. Elektron menempati orbital yang dinyatakan dalam bilangan kuantum.
Gerakan elektron memiliki sifat gelombang. Gerak tersebut mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital. Orbital merupakan bentuk tiga dimensi dari kebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom.
Orbital juga menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital.
Sekian pembahasan mengenai Ilmu kimia dan perkembangan atom. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya semoga bermanfaat.